Manusia. jika aku mendengar kata itu pertama kali yang kupikirkan adalah.. Menyebalkan! Tidak tau diri! Egois! Rakus! yah.. mungkin itu yang kupikirkan.. walau saat ku nyatakan pada teman ku pasti teman ku bertanya "Lo manusia bukan?" dan aku akan menjawab "Maunya sih ga, tapi emang ditakdirkan jadi salah satu manusia yang rakus" dan teman ku akan bertanya "berarti lo manusia yang rakus?" aku akan menjawab "gw ga bisa nilai diri gw rakus ato ga, karna pasti gw akan jawab gw ga rakus. Namanya juga manusia.. mau yang paling suci atau paling bener...." temen ku hanya bisa mengangguk- angguk dan berkata "oohh.." dengan tampangnya yang sedang berfikir. "Kalo gitu gw itu termasuk manusia yang rakus ato? dan aku jawab "lo? mana gw tau.. orang kita baru kenal"
"oiya.. kita kan baru kenal, nama aja blom tau ya!" "yee! ni anak minta di tabok! pikun amat sih lo!" "ya sorry sorry.., lu turun sini? gw mau mampir ke toko buku nih!" "gw mau ke gramed" "wahh sama dong kita! yaudah bareng yuk.. kiri bang!" ucap lelaki itu dengan senang
" oya! nama lo siapa?" kata ku.
"gw? nama gw Nick, lo?"
"gw Johan"
"gw kira awalnya lo cewe.. tampang lo kaya cewe sih.."
"sial! gw dibilang cewe lagi.. -,-"
"brapa kali lu dibilang cewe?"tanya nick dengan nada menahan tertawa
"3!" kataku dengan nada kesal
"buahahahahah!!"
"puas lo!"
setelah bercengkrama di toko buku, mereka pun kembali ke rumahnya masing-masing dengan membawa kenangan pendek antara mereka berdua.. walau mereka tak pernah bertemu kembali, tapi kenangan itu slalu melekat pada diri mereka.
***
~ga tau lagi nulis apaan~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar